Kualitas Liga 1 Dinilai akan Naik pada Musim Depan Dengan Penerapan Masif VAR

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Mei 2024 16:37 0 26 beritaindo.co.id

Beritaindo.co.id – Pengamat sepak bola Indonesia, Kesit Budi Handoyo menilai kompetisi Tanah Air terus membaik meskipun peringkatnya masih berada di urutan keenam Asia Tenggara.

AFC sendiri baru saja merilis ranking kompetisi klub Asia musim 2023/2024.

Tercatat, Liga Indonesia menempati peringkat ke-28 level Asia dan posisi keenam di ASEAN.

Diakui Kesit, kehadiran teknologi Video Assistant Referee (VAR) menjadi salah satu faktor yang akan mendongkrak kualitas kompetisi.

Kini VAR sudah mulai diterapkan sejak championship series Liga 1 2023/2024.

Tersaji duel antara Persib Bandung kontra Madura United pada final championship series Liga 1 2023/2024.

Di leg I, Persib menang dengan skor 3-0 atas Madura United.

Sementara leg II Madura United vs Persib berlangsung di Stadion Bangkalan, Madura, Jumat (31/5/2024).

“Memang ada perkembangan positif dibandingkan dengan sebelumnya,” ucap
Kesit dalam keterangan yang diterima, Rabu (29/5/2024).

“Misalnya mulai diterapkannya VAR, ini kan sebuah kemajuan yang harus diapresiasi dalam rangka membenahi kompetisi di Indonesia.”

“Kemudian standar kualitas wasit juga meningkat karena wasit dituntut untuk memahami penggunaan VAR,” sambung Kesit.

Rencananya, VAR akan digunakan secara merata di semua pertandingan Liga 1 musim depan.

“Diharapkan dengan adanya terobosan dengan menghadirkan VAR, diharapkan kualitas kompetisi di Indonesia akan semakin meningkat,” ujar Kesit.

“Karena kan dengan adanya VAR keputusan-keputusan itu akan lebih objektif, akan lebih fair,” tutur Kesit.

Dia menambahkan, tidak selamanya peringkat kompetisi di sebuah negara selaras dengan ranking FIFA dari tim nasional.

Timnas Indonesia saat ini untuk sementara berada di urutan ke-134.

“Peringkat timnas kan sebenarnya tidak ada kaitan langsung dengan liga itu sendiri,” kata Kesit.

“Artinya liga yang baik belum tentu timnasnya baik, dan liga yang tidak baik belum tentu timnasnya tidak baik.”

“Kita ambil contoh, Brasil itu liganya masih suka ada peristiwa rusuh, tapi timnasnya kan bagus, siapa yang tidak memgakui timnas Brasil? Argentina juga timnasnya oke walaupun kompetisinya tidak beda jauh dengan Brasil,” sambung Kesit.

Kendati begitu, Kesit tetap mengingatkan kepada semua pihak untuk saling bekerja sama demi ranking Liga Indonesia bisa naik.

“Ke depan harus berbenah lebih serius lagi kalau ingin peringkat Indonesia di Asia Tenggara maupun di Asia meningkat. Tidak bisa ditunda lagi,” ucap Kesit.

“Selama ini kan klub-klub Indonesia yang bersaing di AFC belum bisa berbuat banyak.”

“Kemudian kita sulit untuk bersaing lebih jauh lagi,” tutupnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA